,

Trofi yang Dirindukan Milan


Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46
AC Milan mengangkat trofi supercoppa italiana.

KOMBURBOLA.COM- Dominasi Juventus begitu kental di Italia, terutama dalam lima tahun terakhir. Si Nyonya Tua kerap memborong semua trofi baik itu Serie A, Coppa Italia dan Supercoppa  Italiana. Itu telah terjadi sejak AC Milan terakhir kali scudetto tahun 2011. Selepas itu, I Bianconeri yang memborong nyaris semua trofi dalam lima tahun terakhir ke  lemari mereka.

Maka tak heran, saat memastikan trofi Supercoppa Italiana usai menumbangkan Juventus lewat adu penalti 4-3 di Jassim bin Hamad Stadium, Doha, Rossoneri sangat  berbahagia. Sebelumnya Milan sempat tertinggal lewat gol Chiellini yang akhirnya disamakan Bonaventura. Tak ada tambahan gol lagi hingga akhir 120 menit. Saat adu  penalti, tendangan Mario Mandzukic kena mistar dan kiper berusia 17 tahun Donnarumma mementahkan tembakan Paulo Dybala. Maka bersoraklah AC Milan.

Milan menyamai koleksi gelar Supercoppa Juventus dengan tujuh gelar, terbanyak di Italia. Meskipun sejatinya trofi Supercoppa tidak seprestisius juara Serie A ataupun  Coppa Italia.  Namun mengangkat trofi ke udara, sensasinya tetap sama. Tak peduli, trofi apapun yang diraih. Berpesta bersama rekan satu tim menjadi kebanggaan bersama.

Sebagai catatan, supercoppa terakhir diraih tahun 2011. Kala itu Rossoneri yang berstatus juara Serie A menumbangkan rival sekotanya, Inter Milan lewat gol Zlatan  Ibrahimovic dan Kevin Prince Boateng yang hanya bisa sekali dibalas Inter lewat Sneijder pada laga di Stadion Beijing, Tiongkok.

“Ada suka cita, emosi, air mata, dan semuanya. Kami akhirnya memenangi trofi lagi setelah lima tahun. Ini menjadi trofi ke-29 dalam era Silvio Berlusconi ditambah 16  kali menjadi runner-up,” ujar Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani kepada Milan TV.

“Selalu menyenangkan meraih kemenangan, tak peduli apakah sebagai favorit atau underdog. Presiden Berlusconi sangat senang dan dia layak atas semua pengeluaran, moral,  upaya lainnya, yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir,” sambungnya. “Saya akan menyimpan trofi ini di dalam hati saya lebih daripada gelar lain. Namun, saya akan  memberitahukan alasannya pada waktu lain,” katanya.

Ungkapan bahagia itu jelas menandakan betapa Il Diavolo Rosso sangat merindukan trofi. Lima tahun terakhir pasca scudetto 2011 memang terasa sangat sulit bagi Milan.  Hengkangnya sejumlah bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Boateng dan lainnya cukup mempengaruhi. Selain itu kondisi keuangan AC Milan juga tidak bagus-bagus amat.

Karena itu godaan melepas bintang, jika harganya cocok untuk menambah pemasukan tak masalah. Penggantinya? Milan banyak melakukan peminjaman pemain atau mengikat  pemain bebas transfer. Seperti Balotelli yang dipinjam kembali pasca dijual ke Liverpool, Fernando Torres, Keisuke Honda, Diego Lopez dan banyak lagi.

Bahkan Milan pernah menjual bus tim mereka dengan alasan untuk menutupi pengeluaran. Tak dipungkiri absen di kompetisi Eropa semacam Liga Champions membuat pemasukan  tim berkurang. Padahal mereka adalah tim dengan gelar terbanyak kedua setelah Real Madrid dengan tujuh gelar.

Karena itu opsi melepas saham bahkan menjual tim kepada investor asing menjadi solusi. Mereka mengikuti jejak rival sekotanya Inter Milan yang telah melepas sahamnya  ke pengusaha asal Indonesia Erick Thohir pada 2014 dan teranyar kepada perusahaan Tiongkok, Shunning.

Hanya saja penjualan Milan masih terhambat regulasi pemerintah Tiongkok sehingga  proses pelunasan pembayaran menjadi tertunda hingga Maret 2017 karena Pemerintah Tiongkok sulit mengizinkan uang mengalir ke luar negeri. Hal itu  diungkapkan Sino-Europe Sports (SES).

“Kami yakin bahwa izin yang sama akan diberikan di tanggal yang telah disepakati dengan Fininvest (perusahaan pemilik saham AC Milan saat ini). Tapi sebaiknya tidak  usah menjelaskan detailnya seperti apa. Kami tetap menghargai regulasi yang ada sekarang. Saya minta maaf kepada fans yang tentu berharap pembelian ini dapat segera  diselesaikan dengan cepat. Ambisi kami adalah melanjutkan kesuksesan AC Milan. Kami berharap Silvio Berlusconi dapat meraih lebih banyak trofi di masa depan sebagai  presiden kehormatan,” ujar Yong Li, presiden SES.

Dari sisi teknis, Milan juga punya asa tinggi pada diri Vincenzo Montella. Betapa tidak, dalam lima tahun terakhir, kursi manajer Milan paling panas dengan lima sosok pengganti pasca era Massimiliano Allegri. Ada Mauro Tasotti yang digantikan Clarence Seedord, Filippo Inzaghi, dan Sinisa Mihajlovic.

Untuk sementara ini, Il Aeroplane, julukan Montella saat masih bermain, masih cukup memuaskan dengan menerbangkan Milan ke levelnya. Dua kali mengalahkan Juventus dari dua pertemuan musim ini memang belum cukup menjadi indikator jika Milan bisa memutus dominasi Juve. Namun perlahan Montella mampu  membawa Milan menemukan kembali kepercayaan dirinya. Mantan pelatih Fiorentina itu kini mampu membawa Milan kembali ke papan atas. Pada musim-musim sebelumnya,  Rossoneri kerap finish di luar lima besar. Bahkan tahun 2014 mereka finish di posisi delapan.

Taktik Montella dengan skema baku 4-3-3 dengan mengutamakan penguasaan bola menjadi senjata utama. Montella juga mampu mengorbitkan sejumlah pemain muda. Seperti  Gianluca Lapadula yang direkrut dari klub Serie B, Pescara. Selain itu Suso baru tahun ini menunjukkan kelasnya pasca direkrut dari Liverpool.

“Saya pernah jatuh cinta pada Milan yang dilatih Arrigo Sacchi. Tapi kalau tim ini tak bisa membuat kemajuan untuk meraih trofi-trofi, maka pasti ada yang salah di  sini,” kata Montella saat pertama datang ke Milan.

“Sesuatu harus diperbaiki dan tugas saya adalah mengusahakan itu dengan cara sebaik mungkin. Banyak orang bilang, banyak tim yang tak cukup berkarakter, bukan cuma  Milan. Maka dari itu, penting buat para pemain supaya mereka memperoleh taktik-taktik yang pasti dan tahu bagaimana mereka harus bermain.”

Maka, Milan memang pantas berbahagia dengan sejumlah penderitaan yang telah dilalui belakangan ini. Mungkin trofi Supercoppa bukan hal utama yang dituju, tapi bisa  menjadi titik balik kembalinya Milan yang tangguh. “Saya bahagia. Pada beberapa tahun terakhir kami menderita dan tak ada hasil maksimal yang didapatkan,” ujarnya kepada  ​Rai Sport.”Tapi, kebahagiaan akan gelar ini membayar semua perjuangan keras kami dalam beberapa tahun,” kata Bonaventura. (kb/dni)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%


Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46

Tinggalkan Balasan


Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/bolabola2016/public_html/wp-content/plugins/quick-adsense-reloaded/includes/post_types.php on line 46